Senin, 27 Juli 2009

Magnoliophyta Angiospermae

DEVISI MAGNOLIOPHYTA
( Angiospermae )
A. Tujuan praktikum
1. Untuk menentukan ciri-ciri divisio magnoliophyta
2. Untuk menemukan perbedaan antara pinophyta dengan magnoliophyta
3. Untuk menemukan keprimitipan / kemajuan anggota-anggota familia dalam divisio magnoliophyta

B. Pelaksanaan Kegiatan Praktikum
Hari : Rabu , 11 Maret 2009
Waktu : 09.30 -12.00
Tempat : Laboratorium Struktur Tumbuhan FPMIPA UPI
C. Landasan Teori
Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak ( kaliks ) dan mahkota ( korolla ). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik (pistilum ) . putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel ) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu . biji terdapat di dalam ovarium.
Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida (dicotiledonae ) dan liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 species sedangkan liliopsida mempunyai 19 ordo , 65 familia, kurang lebih 50.000 species. (conqruist,1981 : 2)
Catatan fosil memperlihatkan bahwa angiospermae diperkirakan muncul pada awal periode cretaceus ( kurang lebih 130 juta tahun yang lalu ). Angiospermae yang hidup pada periode itu di perkirakan mempunyai polen tipe monosculat dan daun berukuran kecil dan sederhana dengan venasi kurang lebih menjala. Ciri polen dan daun yang seperti itu merupakan ciri salah satu subkelas angiospermae, yaitu magnoliidae
Kelas magnoliopsida (dicotilodenae ) terdiri atas tumbuhan berkayu dan herba adanya kambium membuat anggota – anggota kelas magnoliiopsida mengalami mengalami pertumbuhan sekunder pada batang dan akarnya. Pembuluh yang teratur dan tersusun melingkar . daun dengan venasi menjala berbentuk penninervis, daun pada umumnya mempunyai tangkai dan helain daun yang melebar . bunga pada umumnya kelipatan 5 atau 4, dan jarang kelipatanya 3 . embrio biji mempunyai 2 kotiledon, jarang hanya 1 ,3 dan 4 kotiledon Kelas magnoliopsida terdiri atas 6 sub kelas, yaitu : Magnoliidae, Hamamelidae, Caryophillidae, Rosidae , Asteriade ( Conqruist, 1981 :20-22 ).
Subkelas magnoliidae memiliki karasteristik yang sangat beragam . misalnya habitusnya mulai dari pohon sampai herba. Perhiasan bunga ada yang berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara kaliks dan korolla, ada juga yang tidak mempunyai perhiasan bunga , begitu juga pada karasteristika yang lain akan tetapi sub kelas magnoliidae ini mempunyai beberapa karasteristika yang menunjukan keprimitan yang umum polennya termasuk uniaperture, gynoecium apokarpnya dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal
Subkelas magnoliidae terdiri atas 8 ordo dan jumlah anggotanya kurang lebih 12.000 species. Kedelapan ordo tersebut adalah Magnoliales , Laurales Piperales, Aristolochiales, Illaciales, Nymphales, Ranunculales dan Papverales, namun tidak semua ordo subkelas magnoliidae dibahas dalam paraktikum ini tetapi hanya 4 ordo yaitu ordo magnoliales yang di wakili familia magnoliaceae dan annonaceae, ordo piperales di wakili oleh familia piperaceae, ordo laurales di wakili oleh familia laraceae dan ordo nymphales di wakili oleh familia nymphaceae.
Familia magnoliaceae merupakan tumbuhan yang berupa pohon atau semak, daunnya rontok pada musim gugur atau bersifat tetap berseling tunggal, stipula besar menutup kuncup terminal, tetapi seringkali membentuk struktur okrea. Bunga besar dan mencolok, bersimetri banyak , sempurna dan hipogen, diserbuki oleh serangga , periantiumnya bebas dan tidak selalu terdeferensiasi , sepal biasanya enam sampai tak terhingga , stamen banyak dengan filamen yang jelas dan tersusun spiralis pada dasar bunga yang memanjang seperti tugu, pistilum tunggal mewakili masing-masing karpel dan tersusun spiralis pada dasar bunga, lokulus 1 ovulum 1-5 dan terletak pada parietalis dari plasenta, ovarium superior, stilus 1, stigma terminalis . buahnya berupa folikel, biji biasanya besar menggantung pada suatu funikulus yang memanjang embrio dengan suspensor yang jelas, endospermnya mengandung minyak.
Familia annonaceae merupakan tumbuahn yang berupa semak, pohon atau liana. Daun berseling bagian-bagian bunga berkelipatan 3, sepal dalam satu lingkaran, petal dalam 2 lingkaran , lingkaran dalam biasanya mereduksi, stamen berjumlah banyak biasanya lebar dan pendek tersusun secara spiralis , karpelnya beberapa sampai banyak , bebas . buah biasanya terdiri dari sekelompok karpel kering atau berdaging yang melekat pada suatu dasar bunga, biji dengan beberapa embrio kecil dan endosperm yang besar.
Familia piperaceae berupa tumbuhan herba atau semak, tegak atau memanjat . daunnya biasanya berseling, bunga kecil , biseksual atau uniseksual dalam spika berdaging yang padat, tampa periantium , stamen 2 atau 6, ovarium superior, satu lokulus, satu ovulum, stigma 1 sampai 5 , pendek , buah berupa buah drupa atau buah kering, biji mengandung endosperm dan perisperm.
Famili lauraceae berupa tumbuhan pohon, perdu ( kecuali cassytha, herba, aromatis ( minyak, kayu), daunnya tunggal, tersebar tanpa stipula (cassytha, tereduksi pembungaannya dapat berupa panikula, racemes, spika, umbella, adanya hypantium, ovarium superus, 1 karpel,1 ruang 1 ovul, buahnya berupa bacca / drupa, biji tanpa endosperm.

D. Alat dan Bahan
Alat :
- Pisau atau silet yang tajam
- Mikroskop binokuler atau monokuler
- Lup
- Aquades
- Gelas objek dan cover glass
- Koran
Bahan : ( spesimen yang akan diamati )
- Michelia alba ( cempaka putih )
- Annona squamosa ( sarikaya )
- Persea americana ( alpukat )
- Piper betle ( sirih )
- Nymphae nouchali ( teratai bunga putih )


E. Cara kerja
1. Ambillah beberapa jenis tumbuhan yang termasuk masing-masing familia yang dicontohkan atau yang lain secara lengkap meliputi organ batang
( cabang ), daun dan alat perkembangbiakannya ( bunga ).
2. Amati umur tumbuhan, struktur morfologi batang, daun dan alat perkembangbiakannya (bunga) setiap spesimen , untuk batang amati habitus dan pola percabangannya, untuk daun amati jenis daun, duduk daun dan pertulanagan daunnya.
3. Amati secara detail struktur alat perkembangbiakan setiap spesimen yang diamati dengan memperhatikan pembungaan , jenis kelamin tumbuhan, jumlah dan keadaan kaliks dan korolla, jumlah dan keadaan , pistilum ( karpel ) , kedudukan ovarium, simetris bunga , kelamin bunga , jenis buah dan bentuk polen.
4. Buatlah sayatan melintang atau membujur pada ovarium tumbuhan untuk melihat tipe plasenta dan perlekatan karpel.
5. Buatlah seriasi spesimen-spesimen tersebut dengan memberikan bobot (skor ) pada ciri / kriteria setiap spesimen berdasarkan skala filogeni


F. Hasil pengamatan
Hasil pengamatan akan disajikan dalam bentuk tabel skala filogeni ( seriasi )





G. Pembahasan
Keanekaragaman yang ada di dunia ini sangat besar besar sekali, baik dalam bentuk , ukuran, struktur,fungsi dan yang lain, untuk memudahkan mempelajari tumbuhan yang sangat beraneka ragam dari sifat dan ciri yang ada pada tumbuhan itu maka sadar atau tidak sadar manusia menggolong-golongkan tumbuhan yang ada menurut kepentingannya masing-masing, penggolongan ini didasarkan pada sifat dan ciri organ tumbuhan –tumbuhan itu sendiri . adapun tujuannya untuk mencari kesamaan sifat dan ciri pada keanekaragaman tumbuhan tersebut, oleh kerena itu dapat di mengerti pada tumbuhan yang memiliki keseragaman yang lebih besar pula yaitu dari dunia tumbuhan sampai individu
Devisi magnoliophyta merupakan devisi yang terbesar dari organisme fotosintetik dikarenakan devisi magnoliophyta memiliki ribuan jenis . devisi magnoliophyta mempunyai ukuran tubuh yang sangat bervariasi sampai pada tumbuhan air, beberapa jenis devisi magnoliophyta merupakan tanamn pemanjat yang dapat mencapai ketinggian kanopi hutan tropis dan ada juga yang epipit
Salah satu kelas dari devisi magnoliophyta yaitu kelas magnoliopsida yang terbagi lagi menjadi 5 subkelas yang terdiri lagi dari 8 ordo , 4 ordo dari 8 ordo tersebut akan dibahas dalam praktikum ini diantaranya ordo magnoliales yang di wakili oleh familia magnoliaceae dan annonaceae , ordo laurales diwakili oleh familia lauraceae, ordo nymphales diwakili oleh nympaceae.



Michelia champaka
Gambar tanaman Hasil pengamatan












Divisio : Angiospermae
Class : Magnoliopsida
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Magnoliales
Familia : Magnoliaceae
Genus : Michelia
Spesies : Michelia alba




Deskripsi tanaman :
Michelia adalah genus tanaman berbunga dari suku Magnoliaceae. Genus ini memiliki sekitar 50 spesies pohon selalu hijau, semak-semak, yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara serta Tiongkok selatan. Tanaman ini juga disebut Bunga Cempaka. Daun dan bunga Michelia masih menyerupai daun dan bunga Magnolia. Walau bunga Michelia lebih tersebar di sepanjang batang tumbuhan, sedangkan bunga Magnolia hanya tumbuh di ujung batang
Morfologi tanaman :
Michelia alba adalah salah satu contoh spesies dari ordo Magnoliales familia Magnoliaceae. Spesies ini memiliki habitus pohon dengan pola percabangan simpodial. Memiliki daun tunggal dengan duduk daun tersebar dan sudah memiliki pola pertulangan daun yakni Brachidodromous. Cempaka ini adalah tumbuhan yang biseksual dan termasuk berumah satu (monocieus) dengan perbungaan tunggal, kaliks dan korolanya lepas-lepas begitu juga dengan stamennya, memiliki simetri bunga yang aktinomorf. Pistilumnya banyak dan lepas-lepas, kedudukan ovariumnya adalah superum. Perlekatan karpel ini apokarp dengan tipe plasenta yang marginalis dan memiliki buah dengan jenis buah ganda. Rata-rata umur tumbuhan ini adalah tahunan.












Annona murikata
Gambar tanaman Hasil pengamatan








Divisio : Angiospermae
Class : Magnoliopsida
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Annonales
Familia : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies : Annona muricata


Deskripsi tanaman :
Sirsak (Annona Muriata) merupakan tanaman yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini dapat tumbuh disembarang tempat, paling banyak ditanam di daerah yang cukup berair. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dia atas permukaan laut. Nama sirsak sendiei berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantung yang asam.Pohon sirsak bisa mencapai tinggi m9 meter
Morfologi :
Daun sirsak berbentuk bulat telur agak tebal dan permukaan pada bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedangkan pada bagian bawahnya mempunyai warna yang lebih muda. akar buah sirsak berupa akar tunggang, mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga, berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis, biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat dan rata-rata tumbuhan ini umurnya tahunan










Persea americana
Gambar tanaman Hasil pengamatan







Divisio : Angiospermae
Class : Magnoliopsida
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Laurales
Familia : Lauraaceae
Genus : Persea
Spesies : Persea americana


Deskripsi tanaman :
Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920- 1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi
Morfologi :
Tanaman berupa pohon dengan percabangan , jenis daun tunggal , duduk daun tersebar , pertulangan daun brachidrodromous, perbungaan majemuk , jenis kelamin biseksual , calix / corolla perigonium , stamennya lepas, pistilum (karpel) stigmanya bersatu, ovariumnya superum, simetri bunga aktinomorf, kelamin tumbuhan monoceous, pelekatan karpel , jenis buah ganda , tipe plasenta basalis dan umur tumbuhan tahunan
Piper betle
Gambar tanaman Hasil pengamatan






Divisio : Angiospermae
Class : Magnoliopsida
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Paperales
Familia : Paperaceae
Genus : Paper
Spesies : Paper battle


Deskripsi tanaman :
Sirih (Piper betle) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Daun jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut
Morfologi :
Tumbuhan berupa liana dengann pola percabangan simpodial , jenis daun tunggal , duduk daun berseling , pertulangan campilodromous , perbunggaan majemuk , jenis kelamin biseksual , calix / corolla tanpa perhiasaan, stamen lepas, pistilum (karpel) bersatu, ovarium superum, simetri bunga zigomorf, kelamin tumbuhan monoceous, pelekatan karpel synkarp, jenis buah tunggal , tipe plasenta basalis, dan umur beberapa tahunan.








Nymphae nauchali
Gambar tanaman Gambar hasil pengamatan






Devisi : magnoliophyta
Kelas : magnoliopsida
Subkelas : magnoliidae
Ordo : nymphales
Familia : nympaceae
Genus : nymphae
Species : nymphae nauchali

Deskripsi tanaman :
Nymphae nauchali (teratai bunga putih ) jenis tumbuhan herba yang hidup di air dengan memiliki bentuk daun yang bervariasi ada yang besar , sedang . bunganya juga memiliki variasi warna yang sangat banyak.
Morfologi :
Tanaman berupa herba dengan pola percabangan simpodial, jenis daun tunggal, duduk daun roset , pertulangan daun actinomorf , pembungaan tunggal, jenis kelamin bisexsual, calix / corolla lepas, berstamen lepas, pitilum (karpel) banyak/ lepas, ovarium inferum, simetri bunga aktinomorf, kelamin tumbuhan monoceus, pelekatan karpel apokarp, jenis buah ganda, tipe plasenta parietalis,dan umur tumbuhan kurang dari satu tahun.
Dari kelima contoh spesies subkelas Magnoliidae ini dapat kita lihat kemajuan atau keprimitifannya dengan cara memberikannya skor untuk masing-masing ciori-ciri yang dimilikinya, yang memiliki skor paling tinggi adalah yang paling maju diantara spesies lainnya dilihat dari karakteristik yang telah ditentukan. Dari pengamatan dengan 17 karakteristik/cirri spesies maka yang paling maju adalah sirih atau Paper battle. Namun bila dilihat sari evolusinya yang paling maju seharusnya adalah teratai, tapi karena karakteristiknya/cirri yang diamatinya sedikit maka kita temukan yang paling maju adalah sirih. Sirih paling maju pada pengamatan ini adalah karna memiliki cirri-ciri yang paling maju dari spesies yang lainnya yakni dari segi pertulangan daunnya, jenis kelaminya dengan korola/kaliksnya yang tak ada, kesimetrisan bunga yang dimilikinya. Dari cirri-ciri tesebut maka sirih yang paling maju pada pengamatan kali ini.
Jika dilihat dari hasil pengamatan maka urutan keprimitifan/kemajuan spesies dari subkelas Magnoliidae ini adalah sebagai berikut :
1. Michelia alba dari familia Magnoliaceae dengan skor 23 pada tabel seriasi
2. Annona muricata dari familia Annonacea dengan skor 28 pada tabel seriasi
3. Nymphaea nouchali dari familia Nymphaceae dengan skor 40 pada tabel seriasi
4. Persea Americana dari familia Lauraceae dengan skor 42,5 pada tabel seriasi, dan
5. Paper battle dari familia Piperaceae dengan skor 54 pada tabel seriasi.

Dari kelima spesies yang diamati dapat kita amati beberapa persamaan dari kelima wakil dari masing-masing familia ini yaitu memiliki pola percabangan yang sama yaitu simpodial walaupun memiliki habitus yang berbeda mulai dari pohon hingga herba. Jenis daun semua sampel adalah tunggal walaupun pola pertulangan daunnya berbeda. Dari semua spesies ini semuanya berjenis kelamin biseksual yang artinya tumbuhan ini memiliki dua nuah kelamin dalam satu tumbuhan yang disebut dengan monoecius.
Adapun perbedaan kelima spesies ini dilihat dari duduk daunnya yang berbeda yakni tersebar atau berseling dengan pola pertulangan daun yang bermacm-macam. Perbungaan spesies ini tunggal dan majemuk dengan perhiasan bunga ada sampai tidak ada perhiasan sama sekali. Keadaan karpel yang lepas-lepas atau stigmanya bersatu, perlekatan karpelnya yang apokarp atau sinkarp serta jenis buah yang dimilikinya, posisi ovarium terhadap dasar bunga, dan tipe plasentanya.

H. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Magnoliidae merupakan salah subkelas dari Magnoliopsida
2. Magnoliidae memiliki beberapa familia yakni Magnoliaceae, Annonaceae, Lauraceae, Pipeaceae, Nymphaceae yang masing-masing familia diwakili oleh spesies-spesies seperti Michelia alba (Magnoliaceae), Annona muricata (Annonaceae), Persea Americana (Lauraceae), Paper battle (Piperaceae), dan Nymphaea nouchali (Nymphaceae)
3. Kelima familia ini memiliki perbedaan dalam hal habitusnya, duduk daun yang dimiliknya dengan pola pertulangan daunnya, perbungaannya, keadaan kaliks/korolanya, karpel dan perlekatannya, posisi ovarium dan tipe plasentanya serta jenis buah yang dihasilkan
4. Kelima familia ini memiliki kesamaan dalam hal pola percabangan, jenis dau yang dimikiinya, dan jenis kelamin tumbuhan.
5. Ciri – ciri dari Ordo Gnetales adalah ovulumnya lebih tertutup dari ordo yang lainnya sehingga dikatakan lebih maju, contohnya seperti Gnetum gnemon
6. Keprimitifan/kemajuan suatu tumbuhan dilihat dari kedekatannya dengan tumbuhan paku dan kedekatannya dengan tumbuhan berbiji terbuka.
7. Semakin jauh kekerabatnnya/kemiripannya dengan tumbuhan paku dan lebih mirip dengan tumbuhan berbiji tertutup maka dapat dikatakan bahwa tumbuhan tersebut sudah lebih maju dari yang lainnya.
8. Spesies yang paling maju adalah Gnetum gnemon dan yang paling primitive adalah dari golongan Cycaceae yakni Cycas rumpii karena mirip dengan tumbuhan paku.
9. Keprimitifan/kemajuan suatu spesies dapat kita tentukan dengan cara seriasi.













DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Petunjuk Praktikum Botani Phanerogamae. UPI Press. Bandung.
Anonym. 2007. Botani Phanerogamae. UPI Press. Bandung
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. UM Press. Malang.